Langsung ke konten utama

Postingan

Aing tea

Foto saya
Muhammad Hafidz Fauzan
Sebenarnya tidak terlalu suka dunia tarik tangan. Tapi, masih terus berusaha untuk rajin-rajin menulis. Karena katanya dia percaya dia punya banyak hal di kepalanya yang harus dibanjur di suatu tempat. Suka makan, dan tidur, gak cuma itu masih banyak yang dia suka lakukan, tapi yang jelas dia suka Chelsea FC sebagai suatu klub sepakbola. Kontak saya di twitter @Pids29 atau tulisan yang agak serius di Medium @hafidzfz

[Telat jelas jelas adalah keputusan terbaik]

Baru2 ini saya mencoba untuk hijrah, dari sering telatan padahal cuma Karena mager agar menjadi orang yang ON TIME. beberapa waktu berlalu, akhirnya saya sadar bahwa ya buat apa sih on time? Toh gaada untungnya, malah lebih banyak ruginya. Loh setiap yang kita lakukan kan harus profit oriented alias berorientasi pada untung rugi. Mahasiswa jaman s ekarang kan harus memilih yang menguntungkan, lebih2 bonafide dan menghasilkan uang. Masih bingung kenapa telat itu perlu? Atau masih bingung kenapa telat itu menguntungkan pelakunya? Hmm.. Kalian mesti pernah denger kan pepatah, "waktu lebih tajam dari pedang," kalau pernah, kalian mesti harus buka2 buku bahasa Indonesia SD lagi. Tapi gapapa, wong pepatah yang keliru redaksinya itu sebetulnya bermakna benar kok. Benar begimana toh? Pepatah yang tadi kan tetap bermakna kita harus memanfaatkan waktu dengan baik. Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya memanfaatkan waktu dengan baik. Caranya gampang yaitu... Kalau Datang forum-fo...

Kebijakan Full Day School Untuk Pendidikan Negeri

(28 Juni 2017) Isu Full Day School(FDS) sudah setahun dihembuskan. Sejak Pak Mendikbud Muhadjir Effendy dilantik pertengahan tahun lalu, program inovasi yang coba beliau gagas adalah Full Day School atau dalam bahasa Pak Muhadjir Program ini disebut Pendidikan Penguatan Karakter (PPK). Setelah setahun dikaji, beberapa sekolah pun sudah dijadikan Sekolah model atau percontohan untuk program FDS. Belum lama ini isunya kembali naik ke permukaan, pro-kontra kembali mencuat setelah Program ini dituangkan ke Permendikbud no. 23 tahun 2017 dengan tajuk “Hari Sekolah”. Program ini menjadikan jam belajar siswa di sekolah menjadi 8 jam dalam satu harinya dengan hari libur di sabtu dan minggu. Tambahan jam belajar di sekolah ini, kata beliau, diisi dengan kegiatan-kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, seperti program belajar agama, Pramuka, OSIS, olahraga, praktikum, KIR, ya mungkin isinya nanti bebas tergantung kebiajakan masing-masing sekolah.  Jadi dari pagi hingga jam 12 atau 1 j...

Muhammad Hafidz Fauzan - seekor biografi

Dari judulnya aja gua yakin nih, pada males baca. Tapi kan harus dibaca, untuk klarifikasi! Haha... (tertawa tidak jahat) "man 'arafa nafsahu, 'arafa rabbahu", artinya  "Barangsiapa mengenal dirinya, (ia akan) mengenal Tuhannya",  Tanpa mempermasalahkan ini hadits sahih, dho'if, atau bahkan hanya mahfuzhot, saya pikir ini adalah kalimat yang bagus dan universal untuk dilakukan alias diamalkan. Ya apa susahnya sih mengenal di sendiri? Ya susahlaah. Oke, di laman ini saya(suatu saat nanti akan ditemui juga kata ana, ane, atau gua, dsb.) akan membahas tentang diri saya yang bernama lengkap Muhammad Hafidz Fauzan, bernama asli Mushtofa- ngarang- enggak gua gak ngarang, sebenernya itu tadinya akan jadi nama gua tapi batal (gak bingung kan?). Di sini mungkin seperti curhat (?) mungkin juga enggak, seperti mengenal diri saya yang seperti ini, beberapa hal buruk dapat ditemukan, beberapa hal baik juga. Tapi mengenai keburukan saya, saya sungguh tida...

Menulis

Saya rasa saya adalah orang yang tidak termasuk senang menulis atau mungkin termasuk, tapi yang jelas saya ingin menulis namun belum meluangkan waktu saya untuk menulis untuk mungkin sekadar menulis separagraf sehari. Atau mungkin saya dapat meminta anda menyuruh saya menulis sekaligus mendoakan saya untuk rajin menulis lantas menjadi seorang penulis yang kerjanya tidak hanya menulis. Aamiin. Menulis! Menulis! Menulis!

Berpikir (Puisi)

Berpikir (Karya saya) Diem nih Diem saya Saya yang diem Yang lain mah enggak Gak tau lagi pada apa Yang jelas saya mah lagi diem Diem bukan sekedar diem bung Tapi berpikir Berpikir yang keras Keras, keras, keras, dan keras Apa aja dipikirin Sampai pusing kepala saya Tapi saya rasa berpikir itu tidak cukup berguna Jangan cuma dipikir Bung Hafidz Ditulislah Dikerjakanlah Itu intinya berpikir Berpikir untuk dilakukan kemudian Baru Benar

5 Sifat Kepemimpinan Rasul

Ya, teman-teman sekalian, seharusnya pada postingan ini saya memposting tentang Alam Dunia (Sebagai kelanjutan dari Tafhimul QurĂ¡n tentang ke-Islam-an) namun tampaknya saya lewat dulu saja, saya ingin membahas tentang Sifat kepemimpinan Rasul:   “Maka dengan rahmat Allah, engkau telah berlaku lemah lembut kepada mereka. Karena, sekiranya engkau bertindak kasar, berkeras hati, niscaya berserak-seraklah mereka dari kelilingmu. Maka maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, ajaklah mereka untuk bermusyawarah dalam urusan itu. Apabila telah bulat hatimu, maka bertawakkalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat suka kepada orang-orang yang bertawakkal”(QS:7/Al-A’raf:159) Rasul sebagai utusan Allah penyampai risalah, Pemimpin Umat Rasul telah dilatih sejak dahulu, salah satunya dengan menggembala domba. Menggembala domba membutuhkan kesabaran, kemampuan memimpin (bahkan memimpin domba, yang rasanya lebih sulit daripada memimpin manusia), juga membagi waktu dengan bai...

Perjalanan Pergerakan Mohammad Hatta

Pada postingan kali ini, akan dibahas perjalanan pergerakan nasional yang dilakukan oleh Bung Hatta berikut sumbangsih pemikiran dan praktek nyatanya dalam memperjuangkan negara ini. Mohammad Hatta lahir dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha dengan nama asli Muhamma Athar pada 12 Agustus 1902 di Fort De Kock(Sekarang Bukittinggi). Ayahnya merupakan seorang keturunan ulama tarekat di Batuhampar, dekat Payakumbuh, Sumatera Barat. Sedangkan ibunya berasal dari keluarga pedagang di Bukittinggi. Ia dibesarkan di lingkungan taat beragama. Awalnya, kakeknya hendak membawa hatta ke timur tengah untuk belajar ilmu agama,dan memperbaiki kualiitas surau di Batu Hampar, namun pamannya memprotes, dan ia disekolahkan di sekolah swasta. Sejak kecil Hatta pintar mengaji, hanya saja ia tidak mampu untuk melagukan  mengajinya. Pergerakan politik ia mulai sewaktu bersekolah di Belanda dari 1921-1932. Ia bersekolah di Handels Hogeschool (kelak sekolah ini disebut Economische Hogeschoo...