Langsung ke konten utama

Aing tea

Foto saya
Muhammad Hafidz Fauzan
Sebenarnya tidak terlalu suka dunia tarik tangan. Tapi, masih terus berusaha untuk rajin-rajin menulis. Karena katanya dia percaya dia punya banyak hal di kepalanya yang harus dibanjur di suatu tempat. Suka makan, dan tidur, gak cuma itu masih banyak yang dia suka lakukan, tapi yang jelas dia suka Chelsea FC sebagai suatu klub sepakbola. Kontak saya di twitter @Pids29 atau tulisan yang agak serius di Medium @hafidzfz

Biografi Mohammad Hatta

Postingan tentang ke-Indonesia-an kali ini akan dibahas biografi salah satu tokoh pergerakan nasional yang dikenal sebagai tokoh proklamator selain Soekarno yakni Bapak Mohammad Hatta.
Dr. (HC)Drs. H. Mohammad Hatta

Biografi
u  Lahir dengan nama Muhammad Athar, di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi), tanggal 12 Agustus 1902.
u  Meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980.
u  Seorang Pejuang, Negarawan, Ekonom, juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama.
u  Menjabat sebagai Wapres pertama :18 Agustus 1945 – 1 Desmber 1956.
u  Menjabat sebagai Perdana Menteri ketiga: 29 Januari 1948 – 5 September 1950.
u  Menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI : 29 Januari 1948 – 19 Desember 1948
u  Pada masa-masa itu, Hatta memiliki jabatan Rangkap sebagai Wapres pula, sebagai Perdana Menteri pula.
Tanda tangan     :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7a/Mohammad_Hatta_signature.svg/128px-Mohammad_Hatta_signature.svg.png



u  Istri        :(Alm.) Rahmi Rachim
u  Anak      :Meutia Farida
u                  Gemala
u                  Halida Nuriah
u  Gelar Pahlawan :              Pahlawan Proklamator RI tahun 1986

Pendidikan         :Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi (1916)
u                                 Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang (1919)
u                                 Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang), Jakarta (1921)
u                                 Gelar Drs dari Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)
u  Karir
u   Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919 )
u  Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921)
u  Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda (1925-1930)
u  Wakil delegasi Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931)
u  Ketua Panitia (PNI Baru) Pendidikan Nasional Indonesia (1934-1935)
u  Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Jepang (April 1942)
u  Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (Mei 1945)
u  Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (7 Agustus 1945)
u  Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945)
u  Wakil Presiden Republik Indonesia pertama (18 Agustus 1945)
u  Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (Januari 1948 - Desember 1949)
u  Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana (1949)
u  Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet Republik Indonesia Serikat (Desember 1949 - Agustus 1950)
u  Dosen di Sesko Angkatan Darat, Bandung (1951-1961)
u  Dosen di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1954-1959)
u  Penasihat Presiden dan Penasihat Komisi IV tentang masalah korupsi (1969)
u  Ketua Panitia Lima yang bertugas memberikan perumusan penafsiran mengenai Pancasila (1975)
u  Selain diabadikan sebagai nama bandara di Jakarta, nama Mohammad Hatta juga diabadikan di Belanda yaitu sebagai nama jalan di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem dengan nama Mohammed Hattastraat.
u  Bung Hatta ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986/
Sekian biografi umum tentang Bapak Proklamator Mohammad Hatta, pada postingan selanjutnya akan dikemukakan sedikit perjalanan hidup dari tokoh proklamator kita ini berikut sumbangsihnya bagi negara ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

sajak kecil tentang perasaan saya yang ada kamu di dalamnya

manusia pada umumnya, dalam berbagai kesempatan, dalam berbagai lini kehidupan, dikaluti dengan rasa takut. termasuk pada hal-hal yang berkaitan dengan perasaan termasuk pada hal-hal yang berkaitan dengan cinta bukan hanya takut tidak dicintai kita bahkan takut mencintai takut karena takut tidak dicintai perasaan yang tidak berbalas apakah bisa menjadi alasan tidak mencintai? padahal dalam mencintai kita adalah sebagai subjek, kita bebas memutuskan terlepas dicintai atau tidak, di mana kita bertindak sebagai objek, kita tidak bisa memutuskan kita tidak perlu memutuskan sampai pada titik kita merasa harus mengatakan pada orang itu bahwa saya mungkin mencintaimu saya menyukaimu dalam bentuknya yang sulit saya definisikan sendiri atau alasan-alasan tertentu yang bisa saja saya karang untuk meyakinkanmu sebab saya tidak perlu meyakinkan diri sendiri saya tahu diri saya lebih dari siapapun di bumi ini dan orang lain di luar sana tidak perlu tahu apa-apa tentang kita saya mungkin takut menga...

[Telat jelas jelas adalah keputusan terbaik]

Baru2 ini saya mencoba untuk hijrah, dari sering telatan padahal cuma Karena mager agar menjadi orang yang ON TIME. beberapa waktu berlalu, akhirnya saya sadar bahwa ya buat apa sih on time? Toh gaada untungnya, malah lebih banyak ruginya. Loh setiap yang kita lakukan kan harus profit oriented alias berorientasi pada untung rugi. Mahasiswa jaman s ekarang kan harus memilih yang menguntungkan, lebih2 bonafide dan menghasilkan uang. Masih bingung kenapa telat itu perlu? Atau masih bingung kenapa telat itu menguntungkan pelakunya? Hmm.. Kalian mesti pernah denger kan pepatah, "waktu lebih tajam dari pedang," kalau pernah, kalian mesti harus buka2 buku bahasa Indonesia SD lagi. Tapi gapapa, wong pepatah yang keliru redaksinya itu sebetulnya bermakna benar kok. Benar begimana toh? Pepatah yang tadi kan tetap bermakna kita harus memanfaatkan waktu dengan baik. Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya memanfaatkan waktu dengan baik. Caranya gampang yaitu... Kalau Datang forum-fo...

Bentuk Protes atas Ketidakterusterangan Kita Semua Setiap Ada Kesempatan

Sekali waktu Sembari bermain-main di padang bunga yang menutupi kesulitan-kesulitan masa muda sementara kita di rumah, di jalan-jalan, di perkantoran Aku masih berusaha menerjemahkan mana yang kau tunjukkan sebagai sikap mana yang kau miliki sebagai sifat Bahkan kau tahu, jelmaanmu di dunia ini dalam teks, suara, gestur begitu sulit kutakar Bahkan Tuhan mengirimkan Rasul yang menerjemahkan pesan-pesan Nya Kamu? membiarkanku terjebak dalam terjemahanku sendiri? Gila Bukan keliru, sudah pasti aku tersesat