Langsung ke konten utama

Aing tea

Foto saya
Muhammad Hafidz Fauzan
Sebenarnya tidak terlalu suka dunia tarik tangan. Tapi, masih terus berusaha untuk rajin-rajin menulis. Karena katanya dia percaya dia punya banyak hal di kepalanya yang harus dibanjur di suatu tempat. Suka makan, dan tidur, gak cuma itu masih banyak yang dia suka lakukan, tapi yang jelas dia suka Chelsea FC sebagai suatu klub sepakbola. Kontak saya di twitter @Pids29 atau tulisan yang agak serius di Medium @hafidzfz

Penerimaan Peserta Didik Baru Insan Cendekia

Eh bro. Jujur aja sebenernya gua itu gak suka nulis nulis. Capek! Tapi ini harus gua lakukan demi kemaslahatan bangsa dan negara! jiaaa... gak jelas.
Iya, apa yang akan gua sampaikan disini adalah pengalaman perjuangan ane untuk masuk ke sekolah dalam hal ini kalian sebut madrasah, biar bergaya kearab-araban yakni Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong, yang gua masih gak nyangka bahwa ane bisa masuk ke sana. Ternyata?

Tepat tanggal 1 Juni entah hari apa, ane melakukan tes masuk Insan Cendekia ini. Katanya sih sekolah unggulan, tapi dulu ane belom tau itu. Taunya cuma ya ini sekolah bagus. Hanya Itu.
Gua dianter sama bapak ane, pake motor, berdua dan hanya berdua. Waah... romantis gak? *abaikan*, gua siap-siap dari pagi bener jam enem-an gua udah siap berangkat. Padahal kemarennya, gua baru dari Cianjur, ya SMP gua. Dan untungnya, rumah ane di Serpong sehingga hal ini menyebabkan ane ngikut tesnya di Serpong, di IC nya langsung. Sebelum berangkat, ane sarapan dulu. Dan, yang jelas ane makannya gak banyak-banyak, tips dari kakak kelas ane,"Jangan makan kebanyakan paginya, entar kaya ane, mules waktu tes". Terimakasih kak Ravi tips darimu telah memberikan kekuatan nyata untuk saya melakukan tes.
Sampai di sana, ane jelas belum siap tes, tapi males belajar, udah pusinglah. Yang pertama, jam tujuhan, Tes Bakat Skolastik atau Psikotes. Ane dihadapkan pada 200 soal, dalam waktu kalau gak salah 200 menit, itungannya sih ya 1 soal 1 menit. Pokoknya, ane harus teliti dan cepat, Kak Ravi udah ngasih wasiat banyak buat ane tes di IC ini. Macem-macem dah soalnya, pusing sih pusing, tapi tetep optimis bung. Setidaknya buat psikotes ini ane udah belajar banyak hal buat tes ini, kurang lebih lancar.
Masjid Ulil Albab, IC. Di sini ane mendengar percakapan itu.
Bahwa yang lain juga kesusahan.
Tes kedua, tes Matematika dan Fisika. JengJeng!  Subhaanallah banget soal-soalnya, pusing ane tujuh keliling. Ini soalnya bener-bener, anak-anak SMP/MTs kudu nyoba soal ini. Dari sekian banyak soal Matematikanya, kalau kurang dari sepuluhan  yang bisa gua jawab dapet ngitung. Teringat sama wasiat ketua CSS MORA dulu waktu dateng ke SMP ane, yang katanya dia gak bisa jawab soal-soal buat dapet Beasiswa CSS MORA, dengan kekuatan Al-Fatihah ia akhirnya lulus. Ane pun melakukan hal yang sama, setiap menemui soal ane baca Al-Fatihah baru buletin LJK. Pokoknya, itu ngerjain soal sambil dzikir terus-terusan(bisa jadi tips nih).
Habis itu, rehat dulu sejenak. Istirahat Sholat Makan. Sholat Zhuhur, habis Sholat ane makan, bawa bekel dari rumah. Padahal disana banyak banget yang jualan, dan yang jualannya itu adalah anak-anak siswa IC nya. Lagi makan, di samping ane ada juga yang lagi makan, dia sambil ngobrol gitu sama temennya. Dan dengan mata dan telinga ane sendiri ane melihat dan mendengar kalau mereka juga kesulitan sama soal Matematika Fisika nya, Ane yang awalnya agak pesimis, jadi optimis lagi dah buat masuk IC.
Setelah itu tes ketiga. pelajaran Biologi sama Bahasa Inggris. Gak beda jauh sama Matematika Fisika, susahnya Masya Allah. Tapi santai-santai, Al-fatihah di setiap soal masih terus ane lakukan. Padahal ane udah ke Pare 2 minggu buat nyiapin tes juga, tapi tetep aja susah soal bahasa Inggrisnya. kosakatanya gak umum.
Tes Keempat, Bahasa Arab sama Pendidikan Agama Islam. Hoho... inilah yang ane tunggu-tunggu. Seperti seorang Valentino Rossi, ane berlari dengan kencang. Rasanya, inilah tes yang paliing terasa mudah. Ane lancar bung ngerjainnya. Cuma satu dua soal aja yang agak-agak bingung gitu. Wajar sih, ane anak pesantren. Kalau, anak SMP yang ngerjain ini mah agak terbalik gitu, mungkin Agama sama Arabnya yang susah bagi mereka.
Akhirnya selesai juga Tes ini jam 5 Sore. Bayangkan. berkutat dengan berats-ratus soal seharian. Ya, beginilah cerita saya. Waktu udah jadi anak IC, ngeliat anak-anak SMP yang mau masuk IC ikut tes. Kelihatan wajahnya yang tegang gitu, kasihan liatnya. Apalagi kemaren, ane yang jadi ketua bazaar kelas 10 nya, merasakan juga jualan-jualan seperti yang ane liat dulu.
Ke-Insan Cendekia-an.
*Sorry kalau bahasanya berantakan bung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sajak kecil tentang perasaan saya yang ada kamu di dalamnya

manusia pada umumnya, dalam berbagai kesempatan, dalam berbagai lini kehidupan, dikaluti dengan rasa takut. termasuk pada hal-hal yang berkaitan dengan perasaan termasuk pada hal-hal yang berkaitan dengan cinta bukan hanya takut tidak dicintai kita bahkan takut mencintai takut karena takut tidak dicintai perasaan yang tidak berbalas apakah bisa menjadi alasan tidak mencintai? padahal dalam mencintai kita adalah sebagai subjek, kita bebas memutuskan terlepas dicintai atau tidak, di mana kita bertindak sebagai objek, kita tidak bisa memutuskan kita tidak perlu memutuskan sampai pada titik kita merasa harus mengatakan pada orang itu bahwa saya mungkin mencintaimu saya menyukaimu dalam bentuknya yang sulit saya definisikan sendiri atau alasan-alasan tertentu yang bisa saja saya karang untuk meyakinkanmu sebab saya tidak perlu meyakinkan diri sendiri saya tahu diri saya lebih dari siapapun di bumi ini dan orang lain di luar sana tidak perlu tahu apa-apa tentang kita saya mungkin takut menga...

[Telat jelas jelas adalah keputusan terbaik]

Baru2 ini saya mencoba untuk hijrah, dari sering telatan padahal cuma Karena mager agar menjadi orang yang ON TIME. beberapa waktu berlalu, akhirnya saya sadar bahwa ya buat apa sih on time? Toh gaada untungnya, malah lebih banyak ruginya. Loh setiap yang kita lakukan kan harus profit oriented alias berorientasi pada untung rugi. Mahasiswa jaman s ekarang kan harus memilih yang menguntungkan, lebih2 bonafide dan menghasilkan uang. Masih bingung kenapa telat itu perlu? Atau masih bingung kenapa telat itu menguntungkan pelakunya? Hmm.. Kalian mesti pernah denger kan pepatah, "waktu lebih tajam dari pedang," kalau pernah, kalian mesti harus buka2 buku bahasa Indonesia SD lagi. Tapi gapapa, wong pepatah yang keliru redaksinya itu sebetulnya bermakna benar kok. Benar begimana toh? Pepatah yang tadi kan tetap bermakna kita harus memanfaatkan waktu dengan baik. Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya memanfaatkan waktu dengan baik. Caranya gampang yaitu... Kalau Datang forum-fo...

Bentuk Protes atas Ketidakterusterangan Kita Semua Setiap Ada Kesempatan

Sekali waktu Sembari bermain-main di padang bunga yang menutupi kesulitan-kesulitan masa muda sementara kita di rumah, di jalan-jalan, di perkantoran Aku masih berusaha menerjemahkan mana yang kau tunjukkan sebagai sikap mana yang kau miliki sebagai sifat Bahkan kau tahu, jelmaanmu di dunia ini dalam teks, suara, gestur begitu sulit kutakar Bahkan Tuhan mengirimkan Rasul yang menerjemahkan pesan-pesan Nya Kamu? membiarkanku terjebak dalam terjemahanku sendiri? Gila Bukan keliru, sudah pasti aku tersesat