Langsung ke konten utama

Postingan

Aing tea

Foto saya
Muhammad Hafidz Fauzan
Sebenarnya tidak terlalu suka dunia tarik tangan. Tapi, masih terus berusaha untuk rajin-rajin menulis. Karena katanya dia percaya dia punya banyak hal di kepalanya yang harus dibanjur di suatu tempat. Suka makan, dan tidur, gak cuma itu masih banyak yang dia suka lakukan, tapi yang jelas dia suka Chelsea FC sebagai suatu klub sepakbola. Kontak saya di twitter @Pids29 atau tulisan yang agak serius di Medium @hafidzfz

Masing dan masing

Pada susunan titik-titik komposisi warna alam selalu ada hal yang tidak bisa disembunyikan Sebabnya Kekaguman Adalah Pada pusat kota gedung-gedung dan rumah berjajar berbaris kolom dicampur jingga langit senja Memunculkan keinginan agar malam tak pernah hadir selanjutnya dan hari2 setelahnya Di desa dan kebun-kebun anggur, malam diciptakan untuk dihabiskan dengan secangkir kopi sachet dan barangkali sedikit perkelahian kecil dengan sobatmu yang mengikat persahabatanmu keesokan harinya Di luhur gunung tidak ada yang istimewa sebab sejak di sini semuanya adalah kesempurnaan tanpa luka - Puncak Gunung Gede 

Tersesat Pada Waktu

Barangkali rindu tidak hanya memerlukan jarak dan waktu Tapi juga kau dan aku Atau ingatanku tidak cukup sempurna Tanpa kisah kita Pada tepian pengharapan aku menemukan diriku yang entah bagaimana bisa hilang Pada tepian waktu yang kutemukan hanya dirimu yang menjauh Sebabnya aku tau mau sampai pada ujung waktu Waktu terasa cepat saat dunia hanya ada kita Kala itu kuingin masuk dan mengubah dimensi waktu Sehingga hanya aku dan kamu saja tiba-tiba sudah selamanya Tapi waktu melarangku Belum sempat kusimpan senyummu yang melarangku tersenyum balik sebab bibirku hanya bisa kelu saat itu Belum sempat kuabadikan bola matamu pada pelupuk matamu yang menyipit di satu maupun keduanya Dan rapi putih gigimu dan tawa maka aku pun berantakan karenanya  Pada akhirnya hanya ada diriku yang sendirian Duduk di atas tumpukan batu di tepian sungai yang berisik yang ramai pada kesepian Sedang aku menepi, kesepian dalam keramaian -Kemah Kerja, 3 Agustus 2019

Kamu Bara Api Itu

Sebab bara apimu aku meluruh Kehancuran adalah harapan yang ditindas diri sendiri Sedang di balik nya hanya rumput dan batu Lidah apinya menyambar-nyambar seperti kilatan ingatan-ingatan tentangmu yang sekelebat dan hujan yang deras

Perjalanan

Padahal hidup selalu tentang jalan Dan sudah ribuan pilihan jalan Untuk sampai di sini Adalah kesenangan kita Mengulang resah yang sama Di setiap persimpangan Dan keadaanmu? Terang dan penuh kesadaran Jalan tol yang lebar maupun gang pasar Seseorang berjalan miring Sambil tertawa Jalan menanjak dan menurun Aspal dan kerikil Dengan atau tanpa alas kaki Dalam satu jalan Kita berkenalan dengan manusia lain Mari ikuti jalan saya Tapi mari jalan bersama Semoga selamat Sampai permainan tamat Serpong, 13 Juli 2019

Semenit

Semenit Aku diam dan bergerak Orang-orang diam sekaligus berisik bersamaan Dengan kawannya, Dengan layar, Dengan mimpinya, Orang-orang diam Dengan telinganya Dengan matanya Tanpa mulutnya Besi bergerak lalu berhenti Manusia naik lalu turun Sebagian membawa ransel Yang lain membawa tas selempang dan makanan Semua sibuk Seolah tak ada waktu yang cukup untuk dinikmati Sebagaimana semua harus ber-hasil Waktu berjalan terlalu cepat Tapi bayangmu singgah terlalu lamat Tidakkah kita mengambil jeda? Barang semenit Tanah Abang - Serpong, 12 Juli 2019

Ekspedisi Nusantara Jaya ITB 2018 - 2b (selesai)

Barangkali aku hanya perlu melanjutkan tentang bagian 2a terkait beberapa hal menarik selama kegiatan kami di lokasi, Air dan Sungai Kehidupan Kami sampai di Talonang ketika musim sedang kemarau menuju hujan, ya itu kalau saya tidak salah sekali lagi. Faktanya tempat yang berada di selatan sumbawa ini dan sebelahan sama pantai, bukan tempat yang makmur air. Pengelolaan dan pengolahan air belum bagus dan warga kerap kali masih kesulitan dengan air. Air ada namun terbatas. Justru di musim hujan orang-orang kesulitan air (bersih) dan di musim hujan air ada (namun cukup terbatas). Dan problem air ini lebih jauh lagi juga menghambat pertanian warga. Warga Talonang, petaninya hidup dari bertani jagung yangg memerlukan air yang cukup terutama di masa-masa awal penanamannya, setelah beberapa waktu tanaman jagung akan menjadi lebih kuat memerlukan tidak banyak air. Problemnya adalah di musim kemarau setelah jagungnya dipanen, ladang dilepas dan warga mencari hal lain untuk menghasilkan uan...

Ekspedisi Nusantara Jaya ITB 2018 - 2a

Akhirnya sampai juga di tujuan kami Desa Talonang Baru. Koordinasi awal yang baik dengan pejabat desa membuahkan kemudahan-kemudahan di kemudian hari. Kami diberi tempat tinggal selama mukim satu rumah dengan 4 kamar dan ruangan tengah yang cukup luas. Untuk kami ber-25 orang(17 laki-laki, 8 perempuan) ini cukup meskipun terpaksa harus campur laki-laki dengan perempuan dalam satu rumah, tapi harusnya tidak ada masalah lagipula kami semua sudah besar, sudah sama-sama paham, dan mesti sama-sama saling menjaga, ini juga bagus untuk memudahkan interaksi tim, dan belajar saling menghargai(terutama antar-gender). Ruang tengah yang cukup luas juga sangat cocok untuk kegiatan bersama tim seperti rapat, makan, sampai bersenang-senang. Setelah sampai rumah dan sedikit rapi-rapi, kami terpisah-pisah lagi tak sabar melihat dunia Talonang. Aku bersama 4 orang lain memilih pergi ke lapangan bola untuk bermain bola bersama warga. Sejak sore itu kami paham bahwa seluruh warga di sini mungkin sekali su...